-

Zola : Acara Pertemuan Ke-16 ASEAN Harus Menjadi Momentum Untuk Mengangkat Nama Jambi

 Kamis, 3 Maret 2016  | LintasBarat.com |  Dilihat 654 

LINTAS BARAT - Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli, S.TP, MA membuka secara langsung acara The Sixteenth Meeting of ASEAN Single Window Steering Committe ( ASWSC Meeting) yang berlangsung di Aston Hotel Jambi pada Selasa (01/03).

Sebagaimana diketahui bahwa pertemuan ke-16 ASEAN Single Window Steering Committe  ini akan berlangsung selama 3 hari yaitu pada 1-3 Maret 2016. Pertemuan tersebut diikuti delegasi dari semua negara anggota ASEAN, Sekretariat ASEAN dan United State Agency for International Development (USAID).

ASEAN Single Window (ASW) adalah sebuah infrastruktur teknologi informasi yang memungkinkan pertukaran dan pengintegrasian data dan informasi secara elektronik diantara National Single Window (NSW) Negara-negara Anggota ASEAN. Pada tahap selanjutnya, ASW direncanakan akan mempertukarkan dokumen ASEAN Customs Declaration Document (ACDD) dan dokumen-dokumen logistik seperti Ocean Booking Confirmation, Loading Confirmation dan Pre-Departure Export Manifest Summary serta dokumen karantina yaitu Sanitary and Phyto-Sanitary (SPS).

Dalam Pidatonya, Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Edy Putra Irawady  mengatakan bahwa “pertemuan ini membahas beberapa isu penting seperti pembiayaan dan instrumen legal yang diperlukan untuk penerapan ASW”. Ujarnya

Edy menambahkan bahwa “penerapan ASEAN Single Window akan mendukung terwujudnya salah satu pilar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yaitu terbentuknya pasar dan basis produksi tunggal di kawasan Asia Tenggara”. Pungkasnya

Sejak berlakunya ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) pada tahun 2003 yang merupakan cikal bakal dari MEA, barang yang diimpor dari sesama negara anggota ASEAN dapat menikmati bea masuk prefensial dengan syarat dilengkapi dengan dokumen Surat Keterangan Awal (SKA) form D. Namun dalam praktiknya, pemberian bea masuk prefensial tersebut seringkali mengalami hambatan atau tertunda penerapannya karena kontainer lebih dahulu tiba di pelabuhan sedangkan SKA-nya belum diterima oleh importir.

Dengan pertukaran dokumen SKA Form D secara elektronik melalui ASW, permasalahan tersebut  akan dapat diatasi. Penerapan ASW juga akan menjamin pemberian bea masuk preferensial dapat dilakukan secara cepat dan efektif sehingga akan dapat meningkatkan arus perdagangan antar negara anggota ASEAN serta pada gilirannya diharapkan akan mampu memicu perbaikan kesejahteraan masyarakat ASEAN.

Usai acara tersebut, Zola yang ditemui para wartawan mengatakan “suatu kehormatan Provinsi Jambi telah menjadi tuan rumah dalam acara yang dihadiri oleh sepuluh delegasi ASEAN, saya akan mendukung acara ini”. Ujarnya

Ditambahkannya pula bahwa saya siap membuka kerja sama kepada para investor dari seluruh delegasi ASEAN. Jambi ini kan kaya potensi alamnya mulai dari pertambangan, pertanian serta perkebunan.” Pungkasnya

“Dengan adanya acara ini, saya ingin Jambi dapat dikenal baik secara Nasional maupun Internasional.”

Mereka ini kan acaranya full 3 hari, saya juga mengatakan bahwa Jambi mempunyai objek wisata yang bagus seperti di Kerinci, Candi Muaro Jambi dan perkebunan teh. Jadi jika masih memiliki waktu silahkan mereka kesana menikmati panorama Jambi. Makanan Jambi juga beragam dan dijamin enak seperti, mi celor, tempoyak dan banyak lagi”. Tutupnya.

(LINTASBARAT/HMS/PEMPROV.JAMBI)

 

 

 

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Zola : Acara Pertemuan Ke-16 ASEAN Harus Menjadi Momentum Untuk Mengangkat Nama Jambi

Arsip Berita

Copyright © 2017 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE