-

Wakil Rakyat Menuju Pemilu 2014

 Sabtu, 11 Januari 2014  | LintasBarat.com |  Dilihat 1712 

WAKIL RAKYAT MENUJU PEMILU 2014

Penulis : Muhammad Kholil Ikhwan /KETUA HIMPUNAN MAHASISWA BUNGO JAKARTA (HIMBOJA)

LINTAS BARAT, Opini - Setiap lima tahun sekali bangsa Indonesia mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu), sebentar lagi akan terwujud yaitu pada tanggal 9 April 2014. Pemilu akan dilaksanakan, tentunya bagi partai politik sudah menancapkan gas untuk menghadapi pemilu tersebut, bahkan masyarakat sudah diberikan iming-iming perubahan. Setiap pemilu itu dating, kita sebagai rakyat selalu timbul pertanyaan didalam benak kita, bisa kah pemilu itu memberi perubahan kepada rakyat ???

Kalau kita melihat apa yang terjadi ditengah masyarakat ini, tentu sangat sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Karena para caleg sekarang ini kebanyakan janji tapi platform untuk memenuhi itu sangat minim. Tentu sangat disayangkan bagi masyarakat kita yang akan menjadi wakil rakyat nanti. Karena tidak memiliki flatfrom yang jelas untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Kebanyakan para caleg hanya datang disaat momentum pemilu saja setelah dia berhasil untuk memenangkan pemilu tersebut dia lupa akan orang yang telah menduduki dia sebagai wakil rakyat tersebut.

Kalau kita kembali kepada sejarah tidak akan ada perubahan sosia-ekonomi politik tanpa dari kekuatan rakyat, bagi para elit kalau tidak menggunakan kekuatan rakyat barang mustahil perubahan itu akan datang disaat pemilu 2014 nanti. Para elit politik harus menggunakan kekuatan rakyat untuk mencapai perubahan pada pemilu 2014 nanti, karena kekuatan itu berada ditangan rakyat kita, bisa mengambil contohnya kemunduran Suharto dari jabatan Presiden yang dia kuasai selama 32 tahun, dikarenakan oleh rakyat bukan oleh para elit politik.

Selama ini para elit politik hanya aktif mempropagandakan, tetapi meninggalkan kekuatan rakyat, kalau perubahan itu mau melalui jalur elektoral pun, kekutan rakyat menjadi aspek penting didalam ini. Kalau kita mau ada perubahan pada pemilu 2014 ini harus ada konsituten yang sadar, terorganisir dan harus mengerti apa esensi dari sebuah perjuangan itu.

Bagi saya kualitas berpolitik para wakil rakyat sangat rendah saat ini, kita bisa melihatnya dari para wakil rakyat yang bermunculan saat ini mereka cenderung memikirkan diri pribadi dan partai politiknya. Pola yang dipakai oleh partai politik buat penjaringan para calonnya mengedepankan populiritas dan uang ditengarai ini merupakan penyebat utamanya. Kepiawaian politis wakil rakyat ditentukan oleh tingkat pencapaian fungsi legislatif sebagai lembaga, yang bekerja untuk rakyat dapat kita melihat pungsi untuk menghasilkan undang-undang. Tapi tidak bisa juga dilihat dari pencapaian undang-undang tersebut kita juga harus melihatnya apakah undang-undang itu merupakan untuk kesejahteraan rakyat atau tidak ???

Kita juga dapat melihat dari fungsi legislatif itu untuk mengontrol kinerja pemerintah, disini kualitas seorang wakil rakyat diuji oleh masyarakat banyak apakah para wakil rakyat ini mampu mengontrol kinerja pemerintah atau hanya asik dengan permainan politiknya saja. Seharusnya wakil rakyat harus memikirkan nasib rakyatnya bukan kepentingan pribadi dan partai politiknya. Karena kalian dari rakyat untuk rakyat.

Kalau kita berbicara pada para calon wakil rakyat pada pemilu 2014, ini dapat kita melihatnya para calon wakil rakyat berlomba-lomba mengenalkan diri, membuat janji dan memohon dengan iba hati agar dipilih oleh rakyat pada pemilu nanti. Apa yang dilakukan oleh para wakil rakyat ini tergolong atau menunjukkan kreativitas yang sangat tinggi, ini dapat kita melihatnya dimana-mana pun peralatan yang digunakan oleh para calon wakil rakyat bisa saja kita sebut Baliho, poster ataupun stiker ini dapat kita jumpai disepanjang jalan dimobil pribadi bahkan ditembok rumah kita juga menjumpainya. Hal-hal yang seperti ini tidak bisa dihilangkan oleh para calon wakil rakyat, sampai jalan raya menjadi pemandangan berderetnya baliho para calon wakil rakyat, ini merupakan sistem yang tidak pernah berubah yang digunakan oleh para calon wakil rakyat.

Jadi pantas tahun 2014 kita sebut dengan tahun politik, karena situasi politik ditanah air ini menunjukan ketegangan yang begitu memanas para elit politik sudah mulai terlihat dengan manuver-manuver politiknya. Hal yang seperti ini dapat kita melihatnya dari tren dan dinamika pertaruangan saat ini, yang mana para masing-masing kekuatan politik sudah mulai melakukan berbagai manuver untuk memenangkan pemilu 2014 nanti.

Terkait hal yang seperti ini, tentu ini menjadi harapan bagi kita semua jangan sampai ada kegaduhan dan konflik yang terjadi dari para elit politik atau para elit partai politik. Kalau hal seperti ini yang akan terjadi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat. Begitu pentingnya untuk menjaga stabilitas politik menjelang pemilu 2014 nanti semua kalangan dan para elit politik sudah menjadi keharusan untuk menjaga kenyamanan dan tidak meningkatkan suhu berpolitikan. Hal yang seperti ini yang seharusnya yang dilakukan oleh para calon wakil rakyat dan para elit politik untuk memastikan pemilu ini berlangsung secara demokratis, tertib dan aman tanpa ada gangguan.

Kalau kita berbicara apa yang lantas yang dilakukan oleh para calon wakil rakyat supaya bisa dikenal oleh masyarakat,  sistem pemilu sekarang dengan menggunakan nomor urut ini tentu para caleg-caleg memang harus dikenal betul oleh masyarakat, supaya dikenal oleh masyarakat para caleg ini harus banyak melakukan komunikasi politik secara langsung kalau dipusat bisa dengan media tapi kalau didaerah sangat sulit menggunakan komunikasi politik melalui media, karena masyarakat kita menengah kebawah maka dari itu para calon wakil rakyat harus menggunakan komunikasi politiknya dengan cara face to face (tatap muka) dengan ketemu langsung kepada masyarakat itu lebih efektif untuk pemilu 2014, tidak ada cara lain yang dilakuakn oleh para caleg selain harus sering terjun kemasyarakat kekantong-kantong dulu. Didalam hal ini prinsip marketing politik memang harus digunakan betul oleh para calon wakil rakyat baik dari partai mana pun itu, pertama dia harus melakukan yaitu partai politik memang harus berjuang jauh-jauh hari dari pemilu itu berlangsung.

Dengan cara komunikasi dan terjun kemasyarakat langsung pasti ada jalan, kecuali para calon wakil rakyat itu pas waktu mau pemilu baru terjun kemasyarakat ini tentu sangat berisiko bagi para calon wakil rakyat karena dia harus banyak mengenalkan dirinya kepada masyarakat dan menghabiskan finansial yang banyak juga, jadi para calon wakil rakyat itu memang harus banyak mengkomunikasikan dirinya jauh dari hari sebelum pemilu yang dilangsungkan, jadi partai politik itu bukan kerja sosialnya bukan mau pemilu tapi harus jauh-jauh hari dari sebelum ini. Hal yang seperti ini bukan terjadi di provinsi jambi saja tapi juga terjadi seluruh provinsi yang berada di Indonesia bahkan sampai kekabupaten itu sendiri.

Ini tentu menjadi kegelisahan bagi saya selama ini, kenapa partai politik dan para calon wakil rakyat baru mau pemilu baru terjun kemasyarakat kenapa tidak jauh dari hari-hari sebelum ini ???

 

 

 

 

 

 

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Wakil Rakyat Menuju Pemilu 2014

Arsip Berita

Copyright © 2017 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE