-

Ternak Sapi Berkeliaran Di Perkarangan Sekolah, Smk Negeri 1 Tanah Sepenggal Butuh Pagar

 Jumat, 31 Januari 2014  | LintasBarat.com |  Dilihat 3120 

LINTAS BARAT, Pendidikan -  Kabupaten Bungo yang dikenal dengan semboyan kota langkah serentak limbai seayun yang melambangkan kekompakan dan persatuan namun sangat disayangkan dalam prakteknya satu dengan yang lainnya terlihat tidak ada kekompakkan,salah satu cirri khas kota ini adalah ternak sapi milik warga yang berkeliaran dalam kota Muara Bungo dibiarkan dan tidak ada tindakan dari pemerintah setempat. Tidak hanya itu disepanjang ruas jalan baik ruas jalan Nasional Lintas Sumatera ,jalan provinsi lintas Jambi dan jalan Tanah Tumbuh lamo ternak sapi dibiarkan berkeliaran di jalan sehingga tidak sedikit korban kecelakaan yang terjadi dan bahkan tidak sedikit pula merenggang nyawa,kendatipun demikian pemerintah setempat dan instansi terkait seakan-akan tutup mata dan tidak ingin tahu dengan persoalan ini.

Ironisnya lagi sapi milik warga ini juga memasuki perkarangan sekolah sehingga perkarangan sekolah jadi kotor dan tidak sedikit pula yang rusak akibat dipijak oleh ternak sapi milik warga tersebut,salah satu diantaranya adalah SMK Negeri 1 Tanah Sepenggal kondisi sekolah ini terlihat kotor,jorok dan banyak bangunan rusak dipijak oleh sapi milik warga setempat.

Hal ini diakui oleh pihak sekolah,menurut penuturan kepala tata usaha SMK N 1 Tanah Sepenggal Ali ia merasa kewalahan menghadapi persoalan tersebut,wargapun sudah dikasih tahu serta pekarangan sekolahpun sudah dipagar kayu,tapi sapi tetap juga masuk,”Bukannya pekarangan sekolah tidak berpagar,bukannya tidak kami kasih tahu dengan warga pemilik sapi,tapi tetap saja sapi tersebut berkeliaran dalam pekarangan sekolah kami pak,sehingga sekolah kami menjadi kotor dan bangunan menjadi rusak”Tutur Ali kepada LB baru-baru ini.

Kitapun tidak bisa berbuat banyak pak karena kebiasaan warga kampong ternaknya dilepas siang hari ,malam hari baru dikurung dalam kandangnya,satu-satunya upaya adalah membangun pagar permanen di sekeliling sekolah karena pagar yang kami buat dengan kayu tidak memiliki daya tahan lama,kami juga sudah sering kali mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah untuk membangun pagar sekolah kami tapi belum juga ada realisasinya,”Tutur Ali di akhir pembicaraannya.

Diminta kepada pemerintah daerah turut andil memperhatikan dan prihatin serta menindak lanjutinya.

REPORTER. WAR/LB

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Ternak Sapi Berkeliaran Di Perkarangan Sekolah, Smk Negeri 1 Tanah Sepenggal Butuh Pagar

Arsip Berita

Copyright © 2018 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE