-

Solidaritas pemimpin Melanesia desak PBB dukung kemerdekaan Papua

 Senin, 25 September 2017  | LintasBarat.com |  Dilihat 146 

INTERNASIONAL - Pemimpin negara bangsa-bangsa Melanesia merasa kecewa dengan sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Provinsi Papua dan Papua Barat. Mereka menganggap PBB pura-pura tuli soal pelanggaran hak asasi dilakukan pemerintah dan militer Indonesia di sana, dan mendesak mereka mendukung ide jajak pendapat buat menentukan nasib penduduk setempat.

Kekecewaan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Kepulauan Solomon Vanuatu, dalam Sidang Umum PBB. Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai, menyatakan solidaritasnya atas situasi dan terhadap penduduk Papua, dan juga meminta Komisi Hak Asasi Manusia PBB tidak tutup mata soal pelanggaran dilakukan pemerintah Indonesia.

Menurut Charlot, pemerintah Indonesia seharusnya memberi kesempatan kepada warga Papua dan Papua Barat buat menentukan nasib mereka secara mandiri. Dia juga mengatakan hal itu patut dilakukan supaya mereka terbebas dari 'penjajahan'. Sebab, dia melanjutkan, selama lebih dari setengah abad di tanah Papua telah terjadi penyiksaan, pembunuhan, eksploitasi, pelecehan seksual, dan penahanan sewenang-wenang terhadap penduduk dilakukan pemerintah Indonesia.

"Tetapi warga dunia sepertinya pura-pura tuli dan enggan membantu. Kami mendesak Dewan HAM mengusutnya. Kami juga mengajak supaya dunia mendukung ide kemerdekaan Papua Barat, dan supaya Indonesia mengakhiri segala bentuk kekerasan. Kemudian membebaskan penduduk setempat menentukan pilihan tanpa tekanan apapun," kata Salwai, seperti dilansir dari laman The Guardian, Minggu (24/9).

Sedangkan Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare, menyentil sikap abai PBB soal masalah di Papua. Menurut dia, semboyan pembangunan berkelanjutan didengungkan PBB, yakni 'tidak meninggalkan siapapun', cuma omong kosong kalau lembaga tidak mengambil sikap apapun buat menghentikan kesewenang-wenangan pemerintah Indonesia di Papua.

"Kalau hal ini gagal, maka kita sama-sama terlibat dalam melanggengkan penderitaan penduduk setempat, dan tutup mata atas ketidakadilan. Akhirnya kita kehilangan kesempatan emas buat konsisten atas semboyan 'tidak meninggalkan siapapun'," kata Sogavare. 

Sumber.  merdeka.com

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Solidaritas pemimpin Melanesia desak PBB dukung kemerdekaan Papua

Arsip Berita

Copyright © 2017 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE