-

PK Ditolak MA, PN Tebo Lakukan Sita Eksekusi Tanah Seluas 11 Hektar

 Jumat, 13 Desember 2013  | LintasBarat.com |  Dilihat 2171 

LINTAS BARAT - Setelah melewati proses gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Tebo, Pengadilan Tinggi (PT) Jambi hingga ke Mahkamah Agung (MA), akhirnya Hj. Aziati (73), warga Kabupaten Tebo, berhasil memenangkan permohonannya terkait lahan seluas 11 hektar yang berada di KM 7 hingga KM 8 Jalan Lintas Tengah Sumatera Tebo-Bungo Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Tebo Tengah.

Namun, meskipun berhasil memenangkan hal tersebut, pihak keluarga Hj. Aziati mendapat gugatan kembali dari Hamidah dengan mengusulkan untuk dilakukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Sayangnya, usulan Hamidah ditolak MA, dalam artian keputusannya tetap tetap dimenangkan oleh Hj. Aziati yang merupakan isteri dari almarhum Syamsuddin Muhammad.

“Iya, kita sudah lewati proses di PN Tebo, di PT Jambi dan Mahkamah Agung (MA). Keputusannya, lahan ini sah milik kita, karena permohonan Hamidah untuk dilakukan PK ditolak MA,” ujar Ibu Aziati pada Jumat (13/12) kemarin.

Aziati juga menerangkan, sebelumnya tanah tersebut adalah milik almarhum suaminya dengan bukti kepemilikan tahun 1930. Karena dasar sepihak, ada beberapa orang menggarap dan menguasai tanah tersebut dengan dasar kepemilikan yang bermacam-macam.

“Kepemilikan kita berdasarkan bukti tahun 1930, tapi beberapa orang di pihak lain mengakui kepemilikan dengan bukti bermacam-macam. Kita biarkan mereka bertahan, tapi nyatanya gugatan kita yang menang,” ucapnya.

Pada hari yang sama, pihak PN Tebo melakukan pembacaan Sita Eksekusi yang dipimpin langsung oleh Juru Sita Raden Safrijon dan didampingi Ledaty Sembiring, SH. Di mana lahan yang diketahui seluas 11 hektar tersebut berlokasi di sebelah Utara berbatasan dengan jalan, sebelah Barat berbatasan dengan belukar dan sebelah Timur berbatasan dengan tanah milik Mudahar, serta sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Lintas Tebo-Bungo.

“Kami hanya menentukan sesuai dengan pemeriksaan setempat dan sesuai dengan keputusan yang memiliki kekuatan hukum. Dan dari hasil putusan MA menguatkan bahwa lahan itu adalah milik ibu Hj. Azaiti,” terang Ledaty Sembiring, SH.

Sementara itu, penggarap yang melakukan PK ke MA menyatakan keberatan atas dilakukannya sita eksekusi tersebut. Hal itu terlihat saat para penggarap menolak untuk penandatangganan berita acara sita eksekusi. Meskipun pada akhirnya, setelah mendapat penjelasan dari Juru Sita PN Tebo, berita acara tersebut tetap ditanda tangani.

“Kita dan pengacara kita tidak pernah menerima hasil putusan dari MA. Makanya, kita kecewa dan keberatan atas sita eksekusi ini. Untuk itu, kami minta hal ini diluruskan dan mesti ditentukan peta atau lokasi tanah yang sebenarnya,” tukas Hambali (45), anak kandung Hamidah.

FIET HARYADI/lb

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : PK Ditolak MA, PN Tebo Lakukan Sita Eksekusi Tanah Seluas 11 Hektar

Arsip Berita

Copyright © 2017 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE