-

Pentingnya Sanggar Seni Budaya Untuk Pelestarian Budaya Dari Rantau Pandan

 Sabtu, 24 Agustus 2019  | LintasBarat.com |  Dilihat 482 

BUDAYA - Rantau Pandan adalah salas satu desa yang berada di Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo. Desa tersebut memiliki banyak kebudayaan salah satunya adalah Seni Krinok.

Seni Krinok merupakan seni vokal masyarakat melayu yang berkembang sampai saat ini. Krinok inilah yang membedakan desa Rantau Pandan dengan desa lainnya. bahkan Seni Krinok merupakan simbol Kabupten Bungo.

Selain itu Seni krinok merupakan peninggalan sejarah yang harus dilestarikan dan dijaga agar bisa dijadikan sebagai alat pendidikan dan pembelajaran. Untuk itu Seni Krinok sangat cocok diajdikan sumber belajar sejarah lokal.

Seni Krinok merupakan petatah petitih yang berupa pantun baik pantun bersahutan ataupun pantun perseorangan. Berdasarkan sejarahnya Krinok artinya memanggil. Memanggil Dewa. Dewa yang dimaksud adalah Dewa binun.

Selain itu Seni Krinok memiliki nilai-nilai yang terkandung didalamnya seperti nilai Sejarah, moral, nasehat, religi, budaya dan seni. Oleh sebab itu nilai-nilai tersebut sangat cocok diajarkan kepada peserta didik agar nilai-nilai yang terkandung didalam Seni Krinok dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seni Krinok dapat dijadikan sumber belajar sejarah lokal pada materi “nilai-nilai kebudayaan masa praaksara sampai sekarang”.

Salah satu budayawan Kecamatan Rantrau Pandan Awi (60) mengatakan seiring waktu terus berjalan dan terus masuknya budaya asing di negeri kita, seni tradisional budaya kita sepertinya terus terkikis oleh budaya asing.

Sangat sulit mencari generasi penerus yang ingin belajar seni tradisional budaya sendiri. Mereka lebih cenderung menyukai seni budaya asing yang masuk ke daerah kita.

“ Saat ini generasi penerus bangsa,lebih banyak menyukai seni budaya asing yang masuk dibandingkan belajar dan menjaga serta melestarikan budaya seni tradisional daerah sendiri,” ujar Awi

Diterangkanya juga, Kecamatan Rantau Pandan salah satu Kecamatan di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, banyak memiliki kesenian budaya tradisional yang patut untuk di jaga dan dilestarikan jangan sampai punah dan terus dilestarikan, salah satu cara melestarikanya, Kecamatan Rantau Pandan harus memiliki sanggar, sebagai wadah dan tempat para generasi penerus untuk belajar dan mengembangkan kesenian budaya tradisional asli Rantau Pandan.

“ Kecamatan Rantau Pan

dan harus memiliki sanggar, yang berguna dalam mendidik para penerus untuk belajar dan mengembangkan kesenian tradisional asli Rantau Pandan agar terjaga, dan semuanya butuh suport dan bantuan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo,” ucap Awi.

Sementara Camat Rantau Pandan Zen Hendri mengatakan pihaknya dari Kecamatan Rantau Pandan sangat peduli dan menjadi salah satu programnya untuk berupaya melestarikan tradisi dengan menggali kesenian yang ada sehingga dikenal oleh masyarakat.  Dan sudah dibentuk kepengurusan sanggar yang diberi nama Sanggar Seni Pandan Wangi. Namun untuk melengkapi kebutuhan sanggar tak lepas dari pendanaan untuk membeli peralatan sanggar.

“ Kita dari pihak Kecamatan Rantau Pandan sangat mendukung, bahkan sudah menjadi salah satu program kita untuk melestarikan seni budaya tradisional asal Rantau Pandan. Bahkan kita sudah membentuk kepengurusan sanggar yang kita beri nama Sanggar Seni Poandan Wangi. Namun kita terbentur di persoalan pendanaan untuk membeli perlengakapan sanggar, dan kita membutuhkan suport pendanaan,” ujar Camat Rantau Pandan ZenHendri. (sty)

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Pentingnya Sanggar Seni Budaya Untuk Pelestarian Budaya Dari Rantau Pandan

Arsip Berita

Copyright © 2019 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE