-

Pemerintah akan Bantu Petani untuk Kurangi Impor Jagung

 Jumat, 6 Desember 2013  | LintasBarat.com |  Dilihat 1575 

 

LINTAS BARAT - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak masyarakat meneguhkan tekad mengurangi impor jagung dengan cara meningkatkan produksi dalam negeri. Dengan mengurangi impor, akan menghemat devisa, pendapatan negara pun bertambah.

"Percayalah, akan ada kebijakan untuk membantu petani meningkatkan produksinya, termasuk jagung," kata Presiden SBY dalam dialog dengan petani jagung, di perkebunan jagung hibrida, di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (6/12) siang.

Jagung, Presiden SBY menegaskan, merupakan salah satu dari lima komoditas pangan yang mendapat prioritas untuk bisa berswasembada. Oleh karena itu Presiden setuju dengan usulan Samukrat, seorang petani jagung, yang berharap pemerintah mengurangi impor jagung.

Saat berdialog, Samukrat mengusulkan bahwa dengan mengurangi impor jagung, dananya bisa dialihkan kepada petani untuk mengembangkan produksi. "Dengan kebijakan itu nantinya kami mendapat subsidi benih," ujarnya.

Presiden SBY dan Ibu Ani beserta rombongan menuju Pamekasan dengan menempuh perjalanan darat selama 1,5 jam dari Sumenep. Di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Presiden dan rombongan melakukan panen jagung bersama petani setempat. Usai panen, Presiden juga melakukan tanam jagung bersama di lahan yang telah disiapkan. 

Sebagaimana setiap kali blusukan, Presiden SBY mengajak masyarakat berdialog untuk menggali aspirasi mereka. Dua petani jagung lainya berharap produksi jagung bisa dijadikan bahan bakar nabati. Mereka juga berharap ada perbaikan sumber mata air. Presiden mendengarkan harapan para petani dengan seksama. 

Menjawab usulan tersebut, Presiden SBY menjelaskan bahwa kebutuhan pangan harus terlebih dahulu terpenuhi sebelum jagung dialihkan menjadi bahan bakar nabati. Memang jagung, sebagaimana minyak kelapa sawit, bisa menjadi bio-solar. "Tapi yang penting pangan harus cukup dulu," ujar Presiden.

Presiden sangat senang dengan antusiasme para petani jagung untuk terus mengembangkan produksianya."Saya senang melihat semangat para petani yang bagus, mari sama-sama majukan Madura yang sangat kita cintai ini," SBY berpesan.

Setelah dialog selesai, SBY dan Ibu Ani langsung meninjau pembangunan pelebaran ruas Jalan Lintas Selatan Madura, yang masih berada di Kecamatan Larangan. Di sini, Menteri Pekerjaan Umum telah menunggu untuk memberikan penjelasan. Tercatat, alokasi anggaran pembangunan infratruktur di Pulau Madura tahun 2013 adalah sebesar Rp 825,3 miliar. Alokasi DAK (dana alokasi khusus) Pekejaan Umum Tahun 2014 total sebesar Rp 95,7 miliar, terdiri dari DAK reguler Rp 54,2 miliar dan DAK tambahan Rp 41,5 miliar. (fbw/presidenri)

POTO ABROR
 

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Pemerintah akan Bantu Petani untuk Kurangi Impor Jagung

Arsip Berita

Copyright © 2021 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE