-

Muhamad Taufik: Panitia Untukmu Indonesia Tetap Harus Diroses Secara Hukum

 Rabu, 2 Mei 2018  | LintasBarat.com |  Dilihat 112 

NASIONAL- Acara “UntukMu Indonesia” di Monumen Nasional ( Monas) yang di gelar oleh Forum Untukmu Indonesia pada Sabtu(28/4/2018) kemarin menelan korban jiwa dua orang bocah.

Kedua korban tersebut Rizky Syaputra (10) dan Mahesa Junaedi (12). Bocah malang itu juga tewas setelah nyawanya tak tertolong karena terinjak-injak saat pembagian sembako lalu. Kedua bocah malang tersebut merupakan warga Pademangan Barat, yang RT 04/01 dan RT 04/12.

Dari keterangan Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede  mengatakan, panitia acara “ Untukmu Indonesia” saat mengurus izin kegiatan tidak melaporkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, kalau pada acara “Untukmu Indonesia” ada kegiatan bagi-bagi sembako, mereka hanya mengurus izin acara “ Untukmu Indonesia”  Dan penyebab terjadinya kericuhan acara Untukmu Indonesia diakibatkan oleh kegiatan bagi-bagi sembako.

“Pada saat mengurus izin kegiatan Untukmu Indonesia ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, panitia penyelengara acara tidak memberitahukan kalau dalam acara Untukmu Indonesia akan ada acara bagi-bagi sembako,” ujar Mangara Pardede.

Acara yang di gelar oleh Forum Untuk Indonesia bertema “Untukmu Indonesia” di Monas Sabtu (28/04/2018) yang menelan korban jiwa dua orang bocah malang, yaitu Rizky Syaputra (10) dan Mahesa Junaedi (12) keduanya  warga Pademangan Barat, yang RT 04/01 dan RT 04/12.

Acara Untukmu Indonesia yang menelan korban jiwa tersebut, langsung  mendapat perhatian khusus oleh Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik.  Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyesalkan atas insiden korban tewas di acara bagi-bagi sembako yang dilaksanakan panitia dari 'Forum Untuk Indonesia' (FUI) di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4/2018) kemarin.

"Fakta kejadian telah terjadi dan kami sangat prihatin. Adanya dua korban yang mesti kehilangan nyawanya yaitu saudara kita Mahesha Junaedi dan satu lagi, Adinda Rizky. Keduanya warga Pademangan," kata Sandi di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (30/4/2018) malam.

Sandiaga Uno mengatakan, sudah dilakukan investigasi lanjutan berkaitan dengan penyebab kematian kedua korban saat terjadinya acara tersebut.

"Untuk itu, kami sekarang sedang berkoordinasi dengan panitia untuk tindak lanjutnya dan bagaimana langkah tanggung jawab panitia atas kejadian yang telah terjadi. Sangat kita sayangkan," sesal Sandi

Ditempat terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik meminta aparat kepolisian memproses hukum panitia 'Forum Untukmu Indonesia' (FUI) yang menggelar acara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (28/4/2018).

Menurut Taufik, acara yang diisi dengan bagi-bagi sembako itu mengakibatkan dua korban jiwa, yaitu Rizky Syaputra (10) dan Mahesa Junaedi (12). Kedua bocah malang tersebut merupakan warga Pademangan Barat, yang RT 04/01 dan RT 04/12, yang juga warga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhamad Taufik

"Panitia harus dijerat pidana karena di acara itu ada dua nyawa yang melayang," kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Kuat dugaan korban kehabisan oksigen. Korban akhirnya meninggal di RSUD Tarakan, Gambir, Jakarta Pusat.

"Saya juga sudah minta Pak Wagub (Sandiaga Uno) memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal," ujar Taufik.

"Apalagi itu warga saya, keduanya warga Pademangan Barat, yang RT 04/01 dan RT 04/12, yang bawa mayatnya ke kuburan Ambulanc saya lho. Saya minta panitia jangan lari," tegas Taufik. (sty/ful)

 

 

 

 

 

 

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Muhamad Taufik: Panitia Untukmu Indonesia Tetap Harus Diroses Secara Hukum

Arsip Berita

Copyright © 2018 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE