-

Meski Dilarang, Aksi Coret Baju Sekolah menjadi Tradisi Siswa

 Jumat, 18 April 2014  | LintasBarat.com |  Dilihat 1676 

MUARA BUNGO, Pendidikan - Hari terakhir Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA dan sederajat, diwarnai aksi corat coret baju seragam. Selain itu, mereka juga berkonvoi kendaraan. Aksi para siswa ini dinilai tak terpuji. Pasalnya, mereka belum juga dinyatakan lulus. Namun sudah bertindak diluar kewajaran. Adun Sebret (34 tahun), warga Jl mr.Taher , Pasir Putih Muara Bungo mengatakan, ada sejumlah kelompok siswa berkonvoi kendaraan. Sepertinya, mereka pelajar dari salah satu SMK. Selain berkonvoi, seragam mereka juga sudah penuh dengan coretan pilok warna-warni., bahkan, coretannya sampai ke rambut, kata Adun, Rabu (16/04).

Tindakan mereka itu tak terpuji, bahkan, tidak mencerminkan pelajar yang baik. Seharusnya, mereka tidak perlu mencorat coret baju dan berkonvoi kendaraan. Melainkan, mereka harusnya pulang ke rumah dengan tertib, lalu berdoa semoga lulus UN tahun ini.

Konvoi kendaraan dan aksi corat coret ini sangat menganggu warga. Akibat ulah para pelajar itu, banyak pengemudi kendaraan memperhatikan mereka. Akibatnya, arus lalu lintas di sepanjang Jl Mr,Taher dan Jalan bandara Muara Bungo sampai ke Jembatan Tanjung Menanti. Beruntung, aksi tersebut tak menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Corat coret terhadap seragam ini, sangat disayangkan. Padahal, mereka tak perlu melakukannya. Karena, baju tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk adik atau saudaranya

 "Pelajar sekarang sulit diatur. Mereka sudah senang duluan, padahal belum tentu lulus," ujar Adun dengan nada kesal.

 Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Bungo Hafrizal , menyayangkan dengan aksi tak terpuji para siswa tersebut. Padahal, jauh-jauh hari pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke sekolah supaya meningkatkan pengawasan setelah UN.

"Pelajar yang melakukan corat soret itu siswa SMK. Karena, baru SMK yang selesai UN. Sedangkan SMA baru besok," kata Hafrizal

 Diakui Hafrizal , aksi para pelajar ini diluar kewenangannya. Apalagi, kejadiannya berada di luar lingkungan sekolah. Jika mereka melakukannya di sekolah, pasti akan mendapat teguran. Bahkan, bisa saja kena sanksi keras. Pasalnya, aksi para pelajar ini cukup meresahkan. Bahkan, bisa memancing kerusuhan baik dengan warga ataupun dengan pelajar lainnya. Meski begitu, belum ada laporan mengenai aksi tawuran yang melibatkan pelajar di hari terakhir UN ini.

 "Masalah ini akan kami bahas. Jika sudah ada bukti rill, kami akan panggil kepala sekolahnya untuk dikenakan sanksi," paparnya.

Terlihat juga pihak polisi lalu lintasm yang melakukan patroli di sejumlah titik. Dengan tujuan untuk mengantisipasi dan memantau aksi yang dilakukan oleh para siswa selepas menyelesaikan ujian

REPORTER.REN/LB

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Meski Dilarang, Aksi Coret Baju Sekolah menjadi Tradisi Siswa

Arsip Berita

Copyright © 2018 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE