-

Masyarakat Diminta Hati-hati terhadap 6 Entitas Ilegal Ini

 Sabtu, 26 Mei 2018  | LintasBarat.com |  Dilihat 3836 

Masyarakat diimbau waspada terhadap aktivitas dari 6 entitas ilegal tersebut.

HUKUM - Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi) kembali merilis daftar entitas jasa keuangan yang berpotensi merugikan masyarakat. Satgas mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati agar tidak menjadi korban dari aktivitas keenam entitas yang dipublikasi Satgas Waspada Investasi.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing mengatakan imbauan tersebut dikeluarkan karena entitas tersebut menawarkan imbal hasil dari investasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pasar. Keenam entitas jasa keuangan tersebut juga tidak memiliki izin usaha pemasaran produk dan penawaran investasi. Hal ini dinilai Tongam berpotensi merugikan masyarakat.

“Kegiatan perusahaan tersebut selama ini sudah menjadi perhatian dan pemantauan Satgas Waspada Investasi berdasarkan informasi yang disebarkan perusahaan dan pengaduan masyarakat. Satgas Waspada Investasi secara cepat merespon informasi tersebut untuk memberi perlindungan kepada masyarakat,” kata Tongam dalam keterangan persnya, Jumat (25/5/2018 

Keenam entitas tersebut yakni PT Medussa Multi Business Centre Tour & Travel (MMBC Tour & Travel); PT Arafah Tamasya Mulia; PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (BEST)/ Sinergy World/Eco Racing; PT Duta Bisnis School/PT Duta Future International; PT Bes Maestro Waralaba/Klik & Share/www.klikshare.co.id/; dan GainMax Capital Limited/ Gainmax.co.uk/ gainmaxcapital.blogspot.co.id/.

Dia melanjutkan pihaknya telah mengundang perusahaan-perusahaan tersebut agar mengurus perizinannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurut Tongam, pihaknya berkomitmen untuk memperlancar proses perizinan entitas tersebut sepanjang telah memenuhi pers

“Perusahaan-perusahaan yang memang berniat tidak baik, tidak bisa diberikan izin, kami minta supaya menghentikan kegiatan usahanya. Kami juga meminta kepada mereka untuk mengubah kegiatan bisnisnya menjadi usaha yang legal,” pinta Tongam.

Menurut Tongam, praktik investasi yang tidak berizin cenderung semakin tinggi saat menjelang hari raya Lebaran. Hal tersebut mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan dana. Sehingga, Tongam meminta kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan dananya terutama menjelang hari raya.

“Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima,” ujar Tongam mengingatkan.

Sebagai antisipasi, Satgas Waspada Investasi akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari kerugian investasi ilegal ini. Peran serta masyarakat pun sangat diperlukan agar tidak menjadi peserta kegiatan 6 entitas tersebut.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal. Tongam menjelaskan penanganan yang dilakukan pihaknya tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang telah menyampaikan laporan atau pengaduan.

Dengan 6 daftar entitas baru ini, Satgas Waspada Investasi telah merilis sebanyak 78 entitas jasa keuangan yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat hingga Mei 2018. Sementara itu, Satgas Waspada Investasi juga telah menangani sebanyak 102 entitas yang berasal dari laporan dari masyarakat. Total kerugian yang dicapai dari aktivitas kegiatan investasi ilegal ini mencapai Rp 105,8 triliun sepanjang 2007-2017.

Karakteristik dari investasi ilegal ini dapat dikenali salah satunya dari penawaran imbal hasil investasi yang jauh lebih tinggi diatas rata-rata pasar. Selain itu, ciri khas lainnya adalah penawaran bonus besar dari perekrutan anggota baru, klaim investasi tanpa risiko, dan tidak memiliki izin dari otoritas.

Berikut 6 entitas jasa keuangan yang dipublikasi Satgas Waspada Investasi:

No

Nama Entitas

Lokasi Kantor Pusat

Kegiatan Usaha Yang Dihentikan

1.

PT Medussa Multi Business Centre Tour & Travel (MMBC Tour & Travel)

Jakarta

Sistem keagenan dan waralaba tanpa izin

2.

PT Arafah Tamasya Mulia

Balikpapan

Travel umrah tanpa izin

3.

PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (BEST)/ Sinergy World/ Eco Racing

Bandung

Penjualan paket usaha produk Eco Racing (produk untuk meningkatkan oktan bahan bakar minyak), LVN Series (produk kecantikan), dan Kopi EcoMaxx secara multi level marketingtanpa izin

4.

PT Duta Bisnis School/PT Duta Future International

Bandung

Edukasi dan penjualan pulsa secara multi level marketingtanpa izin

5.

PT Bes Maestro Waralaba/ Klik & Share/ www.klikshare.co.id/

Bandung

Jasa periklanan secara multi level marketingtanpa izin

6.

GainMax Capital Limited/ Gainmax.co.uk/ gainmaxcapital.blogspot.co.id/

Inggris

Perdagangan forex dan investasi tanpa izin

 

 

sumber.hukumonline.com

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Masyarakat Diminta Hati-hati terhadap 6 Entitas Ilegal Ini

Arsip Berita

Copyright © 2018 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE