-

Indonesia ‘Hujan’ Emas di Asian Games 2018, Ini Dia 11 Bentuk Penghargaan Olahraga

 Jumat, 31 Agustus 2018  | LintasBarat.com |  Dilihat 6684 

​​​​​​​“Untuk Asian Games Pemerintah telah menyiapkan bonus bagi atlet berprestasi berupa uang, rumah dan status aparatur sipil negara (ASN)

ASIAN GAMES- Hingga kini, Kamis (30/8), posisi Indonesia berada di urutan keempat dengan menyabet medali 30 emas, 22 perak dan 36 perunggu dalam ajang Asian Games 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan, bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah bonus bagi atlet berprestasi pada ajang Asian Games 2018 berupa uang, rumah dan status aparatur sipil negara (ASN).

“Bonusnya sudah disiapkan bagi mereka yang berhasil meraih medali dan membawa harum nama bangsa Indonesia," ujar Imam Nahrawi sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (27/8).

Menurut Imam, setiap atlet yang mendapatkan medali emas, berhak menerima uang Rp1,5 miliar untuk perorangan, masing-masing Rp1 miliar untuk pasangan dan Rp800-900 juta untuk beregu. Sedangkan, bagi pelatih, asisten pelatih, atlet peraih perak dan perunggu nilainya belum bisa dipastikan karena antara cabang olahraga satu dan lainnya berbeda sehingga masih dilakukan penghitungan secara detail.

Selain uang yang nantinya dikirim ke rekening atlet tanpa potongan pajak, lanjut dia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga menyiapkan rumah, ditambah status ASN yang ditempatkan di Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Status ASN tidak hanya untuk peraih medali emas, tapi juga peraih perak serta perunggu," kata menteri yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI tersebut.

Disinggung waktu pencairan bonus, Menpora berjanji dilakukan bersamaan dengan pemberian atlet yang akan berjuang di Asian Para Games 2018, terlebih jumlah yang disiapkan tidak ada perbedaan. Asian Para Games 2018 merupakan pesta olahraga difabel tingkat Asia yang akan diselenggarakan pada 6-13 Oktober di Jakarta.

"Pemerintah sudah berkomitmen bahwa jumlah bonus yang diberikan atlet Asian Games dan Asian Para Games sama. Pencairannya nanti juga bersamaan," katanya. Sementara itu, bagi atlet yang belum diberi kesempatan meraih medali pada Asian Games kali ini diharapkan tidak berkecil hati karena pemerintah tetap memberikan penghargaan dan apresiasi atas perjuangan yang diberikan terhadap bangsa.

"Prestasi tidak berhenti sampai di sini, sebab banyak event dan kejuaraan dalam waktu dekat ini, seperti SEA Games 2019 di Filipina, Olimpiade 2020 di Tokyo, Asian Games 2022 di China serta event olahraga lainnya. Jadikan sebagai motivasi dan terus berjuang demi Indonesia," katanya.

Penelusuran Hukumonline, setidaknya terdapat 11 bentuk penghargaan dalam bidang olahraga yang bisa diperoleh para atlet. Seluruhnya tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2014 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga. Penghargaan tersebut dapat diberikan kepada pelaku olahraga, organisasi olahraga, lembaga pemerintah/swasta dan perseorangan yang berprestasi atau berjasa dalam memajukan olahraga.

Ke-11 bentuk penghargaan tersebut antara lain, tanda kehormatan, kemudahan, beasiswa, pekerjaan, kenaikan pangkat luar biasa, asuransi, kewarganegaraan, warga kehormatan, jaminan hari tua, kesejahteraan dan bentuk penghargaan lain berupa uang atau barang.

Pemberian penghargaan dalam bentuk tanda kehormatan dilakukan oleh Presiden berupa tanda kehormatan bintang, satyalancana dan samkaryanugraha. Pemberian tanda kehormatan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. Penghargaan dalam bentuk kemudahan antara lain, kemudahan memperoleh kesempatan Pendidikan, kemudahan memperoleh pekerjaan, kemudahan memperoleh izin ketenagakerjaan dan keimigrasian dan kemudahan lain untuk kepentingan keolahragaan.

Untuk penghargaan dalam bentuk beasiswa yakni beasiswa mengikuti Pendidikan formal dan nonformal, beasiswa mengikuti Pendidikan dan pelatihan baik di dalam maupun luar negeri, beasiswa dalam bentuk bantuan pembinaan bagi olahragawan dan tenaga keolahragaan.

Sedangkan penghargaan dalam bentuk pekerjaan dapat diberikan kepada olahragawan dan pelatih olahraga yang berprestasi. Penghargaan ini diberikan dengan memenuhi syarat minimal, menjadi juara II atau meraih medali perunggu pada kejuaraan Asian games atau Olimpiade Para Olimpic, menjadi juara II atau meraih medali perak pada Pekan Olahraga South East Asia Games/Para Games dan menjadi juara I atau meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional PON) atau Pekan Cacat Nasional (Porcanas).

Syarat lainnya, berpendidikan formal paling rendah SLTA atau sederajat, bersedia menjadi pelatih olahraga sesuai kompetensi keolahragaan yang dipersyaratkan, memenuhi syarat untuk diangkat menjadi CPNS, anggota TNI, anggota Polri atau karyawan swasta sesuai perundang-undangan.

Untuk penghargaan dalam bentuk kenaikan pangkat luar biasa meliputi kenaikan pangkat istimewa bagi PNS/ASN, kenaikan pangkat luat biasa bagi prajurit TNI/anggota Polri. Penghargaan berikutnya adalah dibayarkan premi asuransi jika olahragawan tersebut menjadi juara tingkat daerah, nasional atau internasional; memecahkan rekor cabang olahraga tertentu di tingkat daerah, nasional atau internasional dan telah bergabung dalam organisasi keolahragaan nasional paling singkat lima tahun bagi Pembina dan tenaga keolahragaan.

Penghargaan berbentuk kewarganegaraan Indonesia diberikan kepada olahragawan, pembina olahraga dan tenaga keolahragaan warga negara asing yang berprestasi atau berjasa terhadap kemajuan olahraga nasional. Sedangkan penghargaan berbentuk warga kehormatan diberikan kepada warga negara asing yang berprestasi atau berjasa terhadap kemajuan olahraga nasional dan internasional.

Bagi olahragawan dapat diberikan penghargaan jaminan hari tua asal memenuhi syarat menjadi juara I internasional, menjadi juara I tingkat nasional sekurang-kurangnya tiga kali atau memecahkan rekor cabang olahraga tertentu di tingkat nasional atau internasional.

Penghargaan dalam bentuk kesejahteraan berupa rumah tinggal atau bantuan modal usaha. Sedangkan pemberian penghargaan dalam bentuk lain dapat diberikan dalam bentuk bonus berupa uang atau barang. Seluruh pemberian penghargaan ini bisa dilakukan pemerintah atau pemerintah daerah pada peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia, Hari Olahraga Nasional, hari besar nasional, HUT lahirnya Lembaga negara, HUT lahirnya instansi pemerintah dan HUT lahirnya provinsi dan kabupaten/kota.

Terkait pembinaan kehidupan sosial atlet dan pelatih berprestasi, pemerintah telah menerbitkan Perpres No. 95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. Pasal 18 Perpres No. 95 Tahun 2017 menyebutkan, pembinaan kehidupan social atlet dan pelatih berprestasi tersebut meliputi pemberian penghasilan dan fasilitas serta pemberian penghargaan olahraga.

Sedangkan terkait honorarium atlet pelatnas Indonesia tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-217/MK.02/2017 yang terbit pada 13 Maret 2017 bahwa atlet utama akan mendapatkan Rp10 juta per bulan, atlet muda Rp8 juta per bulan, atlet Pratama Rp6 juta per bulan dan atlet paralimpiade Rp8 juta per bulan. (ANT)

 

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Indonesia ‘Hujan’ Emas di Asian Games 2018, Ini Dia 11 Bentuk Penghargaan Olahraga

Arsip Berita

Copyright © 2018 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE