-

“CARUT MARUT PASKA PEMILU 9 APRIL 2014”

 Kamis, 1 Mei 2014  | LintasBarat.com |  Dilihat 2776 

“CARUT MARUT PASKA PEMILU 9 APRIL 2014”

Ditulis Oleh . Muhammad Kholil Ikhwan (Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Bungo Jabodetabek-HIMBOJA)

Ditahun 2014 satu fase sudah kita melewatinya, tanggal 9 April 2014 Kabupaten Bungo kembali membuat sejarah baru yang mana masyarakatnya memilih sendiri perwakilan dia yang berada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). 19 kecamatan dan di bagi 4 dapil yang didomisili Kab. Bungo pemilu sudah sukses dilaksanakan walaupun begitu banyak carut marut mengenai perjalanan pemilu pada tanggal 9 April 2014. Ada yang menilai panitia pelaksana tidak feir didalam menjalankan tugasnya tapi ada juga yang menilai panitia itu sudah bekerja semaksimal mungkin didalam menjalankan tugasnya, semuanya kembali kepada diri kita sendiri untuk menilai itu semuanya.

sebelum tanggal 9 April 2014 kita sibuk melihat para caleg dan tim sukses mensosialisasikan dirinya dan memaparkan misi visi dia buat duduk di Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD), bagai mana dia menarik hati masyarakat aku lebih baik dari si A dan si B. hal-hal yang seperti ini kita melihat 3 bulan sebelum pelaksana pemilu pada tanggal 9 April 2014 kemaren. Selama itu pula kita melihat para caleg ini turun kepelosok-polosok daerah yang didomisili Kab. Bungo, dia begitu peduli dengan penderitaan masyarkat selama ini semoga ini berkelanjutan apa yang diperbuat oleh para caleg selama masa dia kampanye. Sebelum tanggal 9 April kita juga diperlihatkan dengan pandangan disepanjang jalan  yang penuh dengan spanduk para caleg yang mana isinya “untuk berbuat untuk masyarakat yang lebih baik lagi kedepan”. Pandangan ini sekarang sudah hilang didepan mata kita, sekarang kita mendengar yang namanya carut marut paska pemilu, hal yang seperti itu bukan kita dengar dari para caleg yang belum berkesempatan buat duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saja namun kita juga mendengarnya dari kalangan Masyarakat awam, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa, para aktivis dan lain-lain. Hal yang seperti ini kita akan mendengar terus menurus sampai batas waktu yang belum ditentukan, hanya kesadaran yang akan bisa melupakan semuanya itu.

Carut marut paska pemilu selalu dilemparkan kepada Panitia Pelaksana Pemilihan (KPU) dan Pengawas Pemilu (PANWASLU). Hal yang seperti ini tidak asing lagi bagi kita karena yang belum merasa beruntung menilai ada yang bermain disebalik ini. Ini semua kembali kepada diri kita masing-masing buat menilai apa ada yang namanya kecurangan atau ada yang bermain disebalik ini semuanya.

Setelah KPU mengadakan pleno buat menetukan siapa yang akan menjadi perwakilan masyarakatnya di Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) kab. Bungo, sekarang kita sudah tahu siapa nama 35 orang yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kab. Bungo tersebut. Pesta Demokrasi tahap pertama sudah kita lewati pada tanggal 9 April 2014 kemaren, sebanyak 35 orang sudah ditetapkan untuk menjadi perwakilan masyarakat kabupaten bungo untuk mengawasi kinerja Pemerintah 5 tahun kedepan.

Namun ada yang menarik dari semuanya ini yang mana yang belum merasa beruntung dia belum bisa menerima itu, untuk melimpiaskan emosinya dia curahkan kepada masyarakat dengan cara mencaci maki yang namanya KPU dan PANWASLU yang dinilai ada kecurangan, permainan dan lain sebagainya. Namun semuanya itu hanya cerita belaka saya menilai kalau kita mengikuti sebuah kompetesi didalam politik kita harus siap menerima apa yang terjadi pada pemilihan baik itu ada yang dirugikan atau ada yang di untungkan semuanya sudah di atur oleh yang menciptakan kita dipermukaan bumi ini.

Kalah menang didalam politik itu soal biasa, lebih kurang dari 200 orang calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Bungo sudah bekerja semaksimal mungkin sebelum tanggal 9 April 2014, semuanya sudah turun kemasyarakat buat meminta doa dan dukungan kepada masyarakat namun ada yang sukses ada juga yang belum bisa mencapai itu. Dari phenomena-penomena seperti ini kita harus bisa menerima semuanya pada ahirnya, kita sudah bilang kita sama-sama ingin memperjuangkan hak masyarakat jadi tidak ada salahnya kita harus dengan lapang dada buat menerima semuanya apa yang telah terjadi paska tanggal 9 April 2014 dan tanggal 22 April 2014 setelah penetapan 35 orang perwakilan masyarakat Bungo di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Bungo untuk 5 tahun kedepan.

Pesta sudah selesai dilaksanakan, sekarang mari kita bersama-sama melihat kepada yang sudah mendapat amanah dari yang menciptakan kita dipermukaan bumi ini, apakah orang-orang itu memang bisa memperjuangkan hak masyarakat lima tahun kedepan ??? atau hanya janji-janji semata yang dia perbuat selama ini kita menjadi saksi semuanya.

Sekarang kita tinggalkan yang namanya carut marut paska pemilu dulu, sekarang mari kita melihat terobosan apa yang dilakukan oleh 35 orang yang sudah mendapat amanah buat duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Bungo ini. Dari 35 orang yang mendapat amanah ini didomisili oleh wajah baru, ini tentu sangat menarik untuk kita melihat langkah seperti apa yang akan dilakukan pertama kali buat menarik simpati masyarakat terhadap kinerja anggota DPRD ini. Tentu disetiap kalangan masyarakat Kab. Bungo terlintas dibenaknya apa langkah atau strategi apa yang dibuat oleh anggota DPRD ini atau masih seperti yang sebelum ini…!!! Kita akan melihatnya 5 tahun kedepan apakah perubahan itu akan didapatkan oleh masyarakat atau hanya penderitaan kembali yang diperoleh oleh masyarakat Bungo ???

Pertanyaan itu bukan timbul dikalangan masyarakat saja tetapi juga timbul dari kalangan para akademisi dan para aktivis Kab. Bungo. Kalau kita melihat dari proses perjalanan pemilu 9 April 2014 kemaren kita melihat berteburan yang namanya money politik apakah uang bisa mengalahkan semuanya ??? ada pertanyaan yang menarik buat anggota DPRD yang mendapatkan amanah ini. Apakah system seperti itu bisa dihilangkan atau dimusnahkan dari mata mayarakat Bungo, akan kita tunggu jawabannya pada pemilu 2019 ? kalau masih ada yang namanya money politik berarti 35 orang anggota DPRD Kab. Bungo gagal.

Sekarang kita tidak lagi berbicara mengenai proses pemilu 9 April 2014 tetapi : apa yang akan dilakukan oleh 35 orang anggota DPRD Kab. Bungo 2014-2019 ini untuk masyarakat Kab. Bungo 5 tahun kedepan. Apakah dia memang berbuat untuk masyarakat Bungo ??? atau hanya janji belaka yang dia ucapkan selama masa bersosialisasi kepada masyarakat selama ini.

Kita akan menunggu jawaban dari 35 orang anggota DPRD Kab. Bungo 2014-2019, apakah dia memang memperjuangkan hak masyarakat Bungo atau hanya untuk mencari PAMOR saja “akan kita saksikan 5 tahun masa kerja dia”. Harapan dari masyarakat bungo semoga 35 orang anggota DPRD ini bisa membuat perubahan yang lebih baik lagi dan ada yang membedakan dari periode 2009-2014 ke 2014-2019. Semoga bisa menjalankan amanah dari masyarakat Bungo, masyarakat menanti terobosan dan perubahan yang akan dilakukan oleh 35 anggota DPRD Kab. Bungo.

Himpunan Mahasiswa Bungo Jabodetabek (HIMBOJA) mengucapakan selamat kepada 35 orang anggota DPRD Kab. Bungo yang terpilih dari pemilu 9 April 2014 kemaren, semoga bisa menjalankan amanahnya dan menepati janji yang pernah di ucapkan. Semoga kesejahteraan masyarakat bungo terlihat dengan mata masyarakat Bungo buat 5 tahun kedepan.

Muhammad Kholil Ikhwan (Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Bungo Jabodetabek-HIMBOJA)

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : “CARUT MARUT PASKA PEMILU 9 APRIL 2014”

Arsip Berita

Copyright © 2017 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE