-

BPJS Kesehatan Amanah UU, Wajib Dijalankan

 Minggu, 9 Februari 2014  | LintasBarat.com |  Dilihat 1739 

LINTAS BARAT, Nasional - Pembangunan kesehatan sungguh sangat-sangat penting. Meskipun ekonomi tumbuh baik, meskipun penghasilan masyarakat meningkat, tetapi kalau tidak sehat semua tidak ada artinya.

"Oleh karena itu tekad pemerintah adalah terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meninjau pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RSUD dr. M. Yunus, Bengkulu, di Dermaga Nusantara, Sabtu (8/2) siang.

Jika dulu ada sistem Janinan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jampersal, dan sebagainya, sekarang diperkenalkan sistem baru, yakni Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJKN) yang diselenggarakan olej BPJS Kesehatan. "Ini baru berjalan satu bulan, memerlukan perbaikan dan penyempurnaan. Sistem ini amanah undang-undang, pemerintah wajib menjalankannya," ujar SBY.

Dari beberapa kunjungannya ke beberapa rumah sakit dan Puskesmas sejak program BPJS Kesehatan diluncurkan, Presiden SBY mengungkapkan ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil. Pertama, seluruh masyarakat, termasuk yang tidak mampu, harus dilayani dengan baik. Namun, para dokter dan tenaga medis juga perlu diperhatikan kesejahteraannya. 

"Intinya, sesuai dengan kemampuan anggaran negara selain bantuan iuran oleh yang tidak mampu itu ditanggung negara, sedangkan yang lain dengan sistem asuransi. Maka, sudah kita hitung dan rencanakan peningkatan insentif dokter dan para tenaga medis," Presiden menjelaskan.

Jika kedua hal tersebut berjalan berdampingan, akan menjadi adil. Presiden juga menyadari bahwa pekerjaan para dokter dan tenaga medis meningkat karena adanya BPJS kesehatan. Oleh karena itulah, sesuai dengan kemampuan negara memutuskan untuk meningkatkannya dari waktu ke waktu.

Kepala Negara juga mengajak semua pihak turut menyukseskan sistem BPJS Kesehatan ini. "Mari kita berikan pelayanan terbaik kepada rakyat. Pemerintah, termasuk pemda, harus memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepada para dokter dan tenaga medis. Hanya dengan cara itu sistem kesehatan ini akan berjalan dengan baik," SBY menandaskan. 

Sebelumnya, Presiden dan Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono terlebih dahulu mengunjungi Pelabuhan Pulo Baai dan mendengarkan pemaparan dari Dirut PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) RJ. Lino mengenai rencana pengembangan Pelabuhan Pulo Baai. Dalam paparannya, Lino mengatakan pengembangan pelabuhan perlu dilakukan karena jumlah kontainer yang masuk semakin meingkat.

Adapun pengembangan yang sudah dilakukan, antara lain, dengan pengerukan alur pelabuhan. Selama 6 tahun terakhir jumlah barang non petikemas menunjukkan peningkatan. Dengan demikian, maka pertumbuhan ekonomi pun meningkat.

"Jika setiap daerah bilang tumbuh, berarti ya secara nasional tumbuh," kata Presiden merespon pernyataan RJ. Lino tadi.

Menyertai Presiden dalam peninjauan ini, antara lain, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhub EE. Mangindaan, Menhut Zulkifli Hasan, Menkes Nafsiah Mboi, dan Seskab Dipo Alam. (yun) 

LB/PRESIDENRI
 

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : BPJS Kesehatan Amanah UU, Wajib Dijalankan

Arsip Berita

Copyright © 2021 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE