-

Bawaslu Periksa Luhut dan Sri Mulyani di Ruangan Terpisah

 Sabtu, 3 November 2018  | LintasBarat.com |  Dilihat 1322 

POLITIK- Terkait dugaan kampanye terselubung pada saat acara penutupan IMF-World Bank 2018, di Nusa Dua, Bali pada Minggu(14/10/18) lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Padjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dilaporkan oleh warga bernama Dahlan ke Bawaslu RI di Jalan Thamrin Jakarta Pusat, Kamis(18/10/18).

Menurut Dahlan, dasar laporanya ke Bawaslu RI melaporkan Luhut Binsar Padjaitan dan Sri Mulyani, dikarenakan Luhut secara langsung dan dimuka umum mengoreksi teks Direktur Pelaksana Dana Moneter International (IMF) Cghristine Lagarde dan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim yang mengancungkan dua jari saat berpoto bersama. Mendapat koreksi dari Luhut Christine dan Jim kemudian merubah jari mereka dan menunjuk satu jari. Tidak ketinggalan juga, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga turut berkata” dua untuk Prabowo, satu untuk Jokowi”.

Seentara itu, kuasa hukum Dahlan Dipo, Taufiqurrahman menilai menunjukan symbol satu atau dua jari, bahkan memberikan penjelasan secara detail, seperti indetitas nomor urut calon presiden-wakil presiden merupakan praktek kampanye.

“Dengan demikian, Luhut Binsar Pandjaitan dan Sri Mulyani telah melanggar Undang-Undang nomor 7 Tahun 2017, tentang pemilu  pasal 282, 283, ayat 1 dan 2, serta pasal 457 dengan ancaman pidana tiga tahun penjara serta denda Rp.36 juta,” ujar Taufiqurrahman.

Atas laporan dari masyarakat dugaan kampanye terselubung yang dilakukan oleh Luhut Binsar Padjaitan dan Sri Mulyani ke Bawaslu RI, Badan Pengawas Pemilan Umum panggil Luhut Binsar Padjaitan dan Sri Mulyani untuk dimintai keterangan.

Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Padjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jumat(02/11) memenuhi panggilan Bawaslu untuk memberikan keterangan atau klarifikasi, terkait laporan dugaan pelanggaran pejabat Negara yang menunjukan keberpihakan kepada salah satu Pasangan Calon Presiden.

Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo yang juga sebagai Koordinator Divisi Penindakan menjelaskan, Bawaslu telah meminta keterangan dari kedua terlapor secara terpisah diruang yang berbeda sejak pukul 15.20 Wib.

“ Kedua terlapor telah dimintai keterangan secara terpisah diruangan yang berbeda,” Ujar Ratna Dewi Pettalolo.

Dari penjelasan yang diberikan oleh Luhut Binsar Padjaitan maupun Sri Mulyani, menurut Ratna Dewi Pettalolo pihak Bawaslu belum bisa mengambil kesimpulan. Nanti setelah klarifikasi akan dilakukan analisis dan kajian. Dalam mengkaji menurutnya, akan dikaitkan dengan isi laporan, barang bukti, keterangan saksi, dan keterangan terlapor.

“ Batas akhir proses penangan pelanggaran tanggal 6 November, sebelumnya batas akhir tersebut sudah ada kesimpulanya,” jelas Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo saat jumpa pers dengan para wartawan.

kontributor Jakarta: Syaiful/poto.net

 

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : Bawaslu Periksa Luhut dan Sri Mulyani di Ruangan Terpisah

Arsip Berita

Copyright © 2018 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE