-

993 Bacaleg Bergelar SH Siap Bertarung dari 16 Partai Politik

 Selasa, 21 Agustus 2018  | LintasBarat.com |  Dilihat 5582 

POLITIK- Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan nama-nama bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang lolos verifikasi sehingga masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) peserta Pileg 2019. Sebanyak 7663 orang dari 16 Partai Politik tingkat nasional akan bertarung merebut 575 kursi DPR RI pada April 2019 mendatang. Satu hal menarik dari jumlah DCS tersebut, hukumonilne mencatat terdapat 993 atau 12,9% dari total seluruh bacaleg yang masuk DCS memiliki latar belakang pendidikan hukum -minimal Sarjana Hukum-.

Jumlah yang tidak sedikit bukan? Menarik untuk membandingkan jumlah ini -jika sebagian besar caleg tersebut kemudian terpilih dan duduk di kursi parlemen- dengan kinerja legislasi DPR yang dari tahun ke tahun yang terus menurun. Untuk diketahui, hingga Agustus 2018, DPR RI baru mengesahkan 4 RUU dari total 50 RUU prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2018.

Tapi sebelum itu, mari terlebih dahulu melihat komposisi Partai Politik penyumbang caleg berlatar belakang hukum dalam Pileg serentak 2019, dari yang terbanyak hingga yang paling sedikit.

Partai politik penyumbang terbanyak caleg dengan latar belakang pendidikan hukum adalah Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Berdasarkan catatan hukumonline, Partai Perindo menempatkan 109 orang bacaleg bergelar Sarjana Hukum. Di bawah Perindo, secara bersamaan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Golongan Karya (Golkar) menempatkan 97 orang bacaleg dengan gelar Sarjana Hukum.

Setelah ketiga Parpol tersebut, Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) berada pada posisi ketiga penyumbang caleg berlatar belakang pendidikan hukum, yakni sebanyak 89 orang bacaleg atau 9% dari total 993 bacaleg bergelar SH. Di posisi keempat terbanyak, ada Partai Demokrat yang menyumbang 83 orang SH sebagai bacaleg DPR RI yang akan berkontestasi di Pileg serentak 2019.

Menutup lima besar partai politik penyumbang caleg berlatar SH, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menempatkan 81 orang bacalegnya yang akan berkontestasi memperebutkan 575 kursi DPR RI. Bila melihat perolehan 109 kursi PDIP di DPR RI saat ini -berdasarkan hasil Pileg 2014-, berapa yah bacaleg SH yang akan lolos ke DPR RI dari PDIP pada 2019 mendatang? Perlu diingat, PDIP adalah partai pemenang Pileg 2014 karena berhasil memperoleh kursi mayoritas DPR dengan total perolehan suara sebanyak 23.681.471 (18,95%).

Partai Amanat Nasional (PAN) adalah partai politik berikutnya yang menempatkan SH sebagai bacalegnya, yakni sebanyak 71 orang. PAN sendiri di Pileg 2014, hanya memperoleh 49 kursi (6,79%) DPR RI. Di posisi ketujuh, ada Partai Berkarya. Partai baru yang diketuai bungsu Presiden kedua Republik Indonesia ini, menempatkan 70 orang SH sebagai bacaleg yang akan berkontestasi di Pileg 2019. Patut ditunggu gebrakan Partai Berkarya di Pileg serentak 2019 dengan fenomena cootail effect-nya ini.

Menempati posisi kedelapan, ada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menempatkan 57 orang SH dalam daftar bacaleg yang lolos DCS KPU. PPP sendiri, pada Pileg 2014 berhasil meloloskan 39 orang calegnya menuju kursi parlemen. Total 8.157.488 (6,53%) pemilih memberikan suaranya kepada caleg dari PPP pada 2014 silam.

 Pada tempat kesembilan partai politik penyumbang SH sebagai bacaleg dalam Pileg serentak 2019, adalah Partai Bulan Bintang (PBB). Partai yang diketuai oleh Yusril Ihza Mahendra itu menempatkan 42 orang SH sebagai bacaleg pada Pileg serentak 2019. Setelah gagal mendorong kadernya untuk duduk di kursi DPR RI pada Pileg 2014, di Pileg serentak kali ini, Yusril yang juga merupakan seorang advokat, turun langsung mencalonkan diri sebagai caleg. Nampaknya PBB mengantisipasi betul dampak cootail effect yang akan dihasilkan oleh Pileg serentak 2019.

Menutup urutan kesepuluh partai politik penyumbang bacaleg berlatar belakang SH, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendorong 41 orang SH sebagai bacaleg untuk ikut bertarung pada Pileg serentak 2019. Sejak kemunculannya, PSI yang diasosiaikan sebagai partai kaum milenial ini, telah banyak menarik perhatian berbagai pihak. Menarik melihat kiprah PSI di Pileg serentak 2019 mendatang.

Berikutnya ada Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Partai yang sempat digoncang karena ratusan bacalegnya dinyatakan KPU tidak lolos verifikasi ini, menempatkan 34 orang SH sebagai bacaleg pada Pileg serentak 2019. Partai Hanura sendiri pada Pileg 2014 berhasil menempatkan 16 orang calegnya di kursi parlemen. Total perolehan suara Hanura di Pileg 2014 sebesar 6.579.498 suara (5,26%).

Setelah itu, di daftar berikutnya ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menempati urutan ke-12 penyumbang SH sebagai bacaleg dalam Pileg 2019. PKS mendorong 30 orang bacaleg dengan latar belakang pendidikan hukum untuk maju bertarung dalam Pileg serentak 2019. Total 30 orang bacaleg tersebut membuat PKS menyumbang 3% dalam konfigurasi total bacaleg dengan latar belakang pendidikan hukum pada Pileg serentak 2019. Untuk diketahui, saat ini PKS memiliki 40 orang anggota legislatif atau 6,79% kursi DPR.

Partai Garuda, berada di urutan ke-13 dalam menempatkan bacaleg berlatar belakang SH. Partai yang diketuai oleh Ahmad Ridha Sabana ini mendorong 18 orang SH sebagai bacaleg dalam kontestasi Pileg serentak 2019. Menarik melihat pertarungan Partai yang berembrio dari Partai Kerakyatan Nasional bentukan Harmoko (mantan menteri dan Ketua MPR/DPR periode 1997-1999) ini.

Duduk di urutan terakhir daftar partai politik penyumbang SH sebagai bacaleg dalam Pileg serentak 2019 adalah Partai Keadilan dan Persatuan Indoensia (PKPI). PKPI mendorong 4 orang SH dalam daftar bacaleg yang akan bertarung dalam Pileg serentak tahun 2019.

Harapan Terhadap Sarjana Hukum

Keberadaan Sarjana Hukum sebagai anggota DPR RI tentu diharapkan mampu memberi dampak berarti terhadap kinerja lembaga legislatif tersebut. Sarjana hukum diharapkan mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang ahli hukum dalam melaksanakan tugas-tugas kedewanan. Tugas Legislasi, controlling, dan budgeting yang melekat secara institusional menuntut sejumlah keahlian anggota DPR. Salah satunya keahlian SH.

Terhadap keberadaan SH dalam kursi di DPR, ada yang menilai belum banyak memberi dampak yang signifikan terhadap sejumlah tugas-tugas DPR RI. Dari aspek kinerja legislasi misalnya, peran SH dalam proses pembuatan peraturan perundang-undangan belum menampakkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Catatan kritis terhadap kinerja legislasi DPR tahun 2018, hingga Agustus 2018, DPR RI baru menyelesaikan empat Rancangan Undang-Undang (RUU) dari 50 RUU priorits Prolegnas 2018.

Salah satu kritikan tersebut dating dari Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus. Ia menilai, keberadaan lulusan SH di DPR menambah riuh rendah perdebatan di DPR. Tanpa mengenyampingkan proses politik yang menjadi kesatuan dalam proses pembuatan peraturan perundang-undangan, Lucius berharap SH bisa tampil sebagai salah satu solusi mandegnya kinerja legislasi.

“Alih-alih mendorong kinerja legislasi, kehadiran banyak advokat di DPR membuat riuh rendah karena perdebatan yang kadang-kadang tidak substantif,” ujar Lucius.

Di sisi yang lain, terkait pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap pemerintah, satu episode yang menarik untuk dilihat kembali adalah terkait pembentukan Panitia Khusus Hak Angket terhadap Pelaksanaan Tugas dan Kewenagan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus Angket KPK). Sejak awal wacana Pansus ini digulirkan, perdebatan muncul dengan mempertanyakan status KPK sebagai pelaksana tugas eksekutif atau bukan.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD saat itu menilai pembentukan panitia khusus hak angket terhadap KPK cacat hukum. alasannya saat itu adalah kekeliruan subjek dan objek hak angket yang dikeluarkan oleh DPR. “Subjeknya keliru karena secara historis hak angket itu dulu hanya dimaksudkan untuk Pemerintah,” ujar Mahfud kala itu. Perdebatan mengenai hak angket ini harusnya tidak terjadi apabila SH yang menjadi anggota DPR dapat berperan sesuai keahliannya.

Sumber.hukumonline

Kategori :
Bagikan: :

Komentar Facebook : 993 Bacaleg Bergelar SH Siap Bertarung dari 16 Partai Politik

Arsip Berita

Copyright © 2018 • www.Lintasbarat.com • All Rights Reserved
Developed by AFAwebmedia
Powered by mE